Jumat, Maret 21, 2014

Cerita Fiksi

Cerita fiksi

Adalah cerita tentang hidup dan kehidupan manusia dan kemanusiaan, yang semuanya dituliskan secara prosais.

Jika dilihat dari segi penulisan, cerita fiksi ditulis dengan cara memenuhi seluruh halaman, kecuali bentuk dialog yang ditulis sepenggal-sepenggal berdasarkan ujaran tokoh. Hal ini merupakan karakteristik format penulisan fiksi yang membedakannya dengan puisi.

Rabu, Maret 19, 2014

Sabtu, Maret 15, 2014

Menulis


Dalam pembahasan ini, akan dijelaskan tiga jenis tulisan yang biasa terjadi kekeliruan dalam menggolongkannya, di antaranya artikel, berita dan tajuk rencana, serta notula.



Paragraf

Paragraf atau alinea adalah satuan bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat.

Kegunaan paragraf adalah:
  1. untuk menandai pembukaan topik baru atau pengembangan lebih lanjut dari topik sebelumnya;
  2. untuk menambah hal-hal yang penting atau untuk memerinci apa yang sudah diutarakan dalam paragraf sebelumnya atau paragraf yang terdahulu;
  3. secara umum paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari kalimat.


PENULISAN JUDUL (Penulisan Kata Ulang, Kata Depan dan Kata Sambung)

Penulisan kata ulang, kata depan, dan kata sambung pada judul memiliki beberapa ketentuan, di antaranya akan dijelaskan seperti di bawah ini:

Senin, April 02, 2012

Memahami dan Menggunakan Kata Penghubung untuk Mengetahui Hubungan Sebab (Kausal) dan Akibat (Konsekutif)


Penghubung sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena sebab tertentu. Bila anak kalimat ditandai oleh kata penghubung sebab, induk kalimat merupakan akibatnya. Kata-kata yang digunakan untuk menyatakan sebab adalah sebab dan karena.

Penghubung akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena akibat suatu hal yang lain. dalam hal ini, anak kalimat ditandai oleh penghubung yang menyatakan akibat, sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat. Kata-kata yang digunakan untuk menandai hubungan akibat adalah akibatnya, sehingga, dan sampai.

Menggunakan Kata Idealis, Idealisme, dan Idealistis


Kata idealis, idealisme, dan idealistis seringkali dikacaukan penggunaannya. Sesungguhnya, ketiga kata tersebut memiliki makna dasar yang sama. Kata idealis memiliki makna orang yang memiliki sifat ideal, idealisme artinya paham atau aliran yang mengutamakan hal ideal, dan idealistis artinya yang bersifat ideal.

Misalnya:

  1. Tokoh politik yang idealis kadang-kadang mendapatkan benturan dari teman politiknya sendiri.
  2. Pancasila merupakan idealisme yang berbeda dengan dasar negara lain.
  3. Sikap idealistis harus dipertahankan agar tidak mudah terkontaminasi berbagai rumor yang tidak menentu.


Senin, Februari 20, 2012

PROSA


Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. 
Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.

Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis:

  1. Prosa naratif
  2. Prosa deskriptif
  3. Prosa eksposisi
  4. Prosa argumentatif

MAJAS


MAJAS:

  • Majas Perbandingan
  • Majas Sindiran
  • Majas Penegasan
  • Majas Pertentangan


PUISI (bagian 2)


Struktur fisik puisi terdiri atas:

  1. Diksi: pilihan kata yang tepat, padat, dan kaya akan nuansa makna
  2. Baris: sebagai pencipta efek artistik dan pembangkit makna
  3. Enjambemen: peristiwa sambung-menyambung dua larik sajak yang berurutan
  4. Rima: pengulangan bunyi dalam puisi
  5. Bahasa: bahasa yang digunakan dalam puisi adalah bahasa figuratif (tidak langsung/dengan makna lambang)
  6. Tipografi : bentuk fisik puisi yang berupa penataan baris yang baik


Unsur-unsur pembentuk puisi:

  1. Tema/makna (sense); pokok persoalan yang dikemukakan oleh pengarang melalui puisinya
  2. Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. 
  3. Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. 
  4. Amanat/tujuan/maksud (itention); tujuan penyair dalam menciptakan puisi tersebut.